YATIM SEJAK KECIL TIDAK MEMATAHKAN SEMANGAT BELAJAR DI PESANTREN

Jan 29, 2023 - 10:01
Feb 25, 2023 - 15:40
 0  351
YATIM SEJAK KECIL TIDAK MEMATAHKAN SEMANGAT BELAJAR DI PESANTREN
YATIM SEJAK KECIL TIDAK MEMATAHKAN SEMANGAT BELAJAR DI PESANTREN

YATIM SEJAK KECIL TIDAK MEMATAHKAN SEMANGAT BELAJAR DI PESANTREN

Mastur, Anak Asuh LAZ Sidogiri di PPS.

Anak yang lahir di Bekasi, 20 Mei 1997 ini terlahir di keluarga sederhana seperti pada umumnya warga di sana, Kampung Tambun Sungai Angke Pahlawan Setia Taruna Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Putra ketujuh dari pasangan bapak Alm. Tohir dan ibu Maya ini sudah yatim sejak kecil. Walau demikian, ia tetap semangat belajar. Setelah selesai Sekolah Dasar, ia melanjutkan di salah satu MTs di sana. Kebiasaan rata-rata anak-anak seusianya kalau sudah masa sekolah lanjutan pertama ini, mereka kebanyakan berhenti mengaji. Fase inilah yang membuat jiwanya terasa gersang. Lalu atas dukungan keluarga, ia memilih berhenti sekolah dan memutuskan untuk belajar di pesantren. 

 

Tahun 2011 ia berangkat menuju Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Diterima di kelas 2 Istidadiyah. Di pesantren inilah, ia menemukan kesegaran jiwa kembali. Ia rajin belajar walau mulanya minim ilmu agama, sehingga pada saat kelas 4 ibtidaiyah ia meraih juara umum Qiraatul-Kitab pada Milad PPS ke-275 mengungguli ribuan santri lainnya.

 

Namun di tengah-tengah perjalanan belajarnya, ia mengalami kendala biaya. Kiriman dari keluarganya sering terlambat dan bahkan tidak mencukupi biaya hidup dan pendidikan di PPS. Beruntunglah ada seorang ustadz yang tinggal di dekat lokasi PPS yang senantiasa membantu biaya dan mencukupi kebutuhannya. Sehingga suatu saat solusi mulai terbuka. Atas bantuan ustadz tersebut, pada tahun 2015 ia mendapat beasiswa dari LAZ Sidogiri. 

 

Sebagai anak asuh LAZ Sidogiri, Mastur yang sekarang tinggal di asrama  K berbahasa Arab dan Inggris ini tidak menyia-nyiakan kesempatan belajarnya. Kesuksesan berikutnya pun berlanjut, pada tahun 2019 ia lulus tingkat Tsanawiyah dan sukses melaksanakan tugas mengajar di salah satu Madrasah di daerah Sumberasih Probolinggo.

 

Kemudian ia melanjutkan tingkat Aliyah serta aktif mengikuti kegiatan di Kuliah Syariah. ia juga aktif di berbagai kegiatan organisasi dan forum-forum ilmiah, serta diamanahi sebagai ketua Konsulat Jabodetabek, staf redaksi Mading At-Tahqiq, bendahara 1 P-UQ (Panitia Ujian al-Quran), dan lainnya. 

  

“Cita-cita saya ke depan adalah ingin mengamalkan ilmu saya, berbakti kepada ibu dan keluarga saya, terutama kepada  para guru, serta pihak-pihak yang telah membantu belajar saya.” Cita-citanya yang diungkapkan dengan penuh khidmat. 

 

(Jeki | Sidogiri Peduli) 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow