ADAB DALAM BERHUTANG-PIUTANG
Diantarnya:
1. Berusaha menepati waktu janji pembayaran.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang mampu (membayar) adalah kezaliman,” (HR Bukhari).
2. Tidak berhutang kecuali sangat membutuhkannya serta sesuai kebutuhan.
Berhutang saat tidak ada uzur yang mendesak merupakan aib dalam beragama.
3. Ketika membayar hutang dianjurkan membaca doa untuk pemilik piutang.
Seperti doa; “Barakallahu Ta’ala Laka fi Ahlika wa Malika” “Semoga Allah Ta’ala memberkahi dalam keluarga dan hartamu.”
4. Tidak berhutang kecuali berkeyakinan mampu membayar serta berniat membayarnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Barangsiapa yang berhutang dengan niat untuk membayarnya, maka Allah SWT akan menunaikannya untuknya. Barangsiapa yang berhutang dengan niat untuk menghabiskannya tanpa membayar balik, maka Allah SWT akan membinasakan dirinya.” [HR al-Bukhari)
5. Banyak berdoa serta banyak melakukan shalat hajat agar segera bisa melunasi hutangnya.
~ Sumber: Kitab al-Adab karya Sayid Muhammad Amin BSA.
(Jek/Peduli)


