SEMANGAT TAK PERNAH PADAM: M. DAWAM ANWAR HARUN, SANTRI TANGGUH DARI BEKASI

Jun 10, 2025 - 09:50
 0  146
SEMANGAT TAK PERNAH PADAM: M. DAWAM ANWAR HARUN, SANTRI TANGGUH DARI BEKASI

Bekasi, 20 Oktober 2011 menjadi tanggal kelahiran seorang santri tangguh bernama M. Dawam Anwar Harun, putra dari almarhum Ruslan, S.T. dan Ibu Nur Nita, seorang ibu hebat yang kini menghidupi keluarga dengan berjualan ayam keliling. Kehidupan keluarga yang penuh perjuangan tidak menyurutkan semangat Dawam untuk terus menuntut ilmu dan menggapai cita-cita.

Meninggalnya sang ayah menjadi titik balik dalam kehidupan Dawam. Namun, berkat bantuan beasiswa pendidikan dari LAZ Sidogiri, ia tetap bisa melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS), tempat ia kini menimba ilmu agama dan membentuk jati diri.

Awal mula mondok di PPS tidaklah mudah baginya. Rasa tidak betah dan ingin pulang sempat menyelimuti hari-harinya. Namun seiring berjalannya waktu, tepat setelah dua tahun, Dawam mulai merasa nyaman dan kerasan di lingkungan pesantren. Kini, ia telah lebih dari empat tahun berada di PPS, dan telah aktif dalam berbagai kegiatan santri yang membentuk karakter dan semangat kebersamaan.

Salah satu kegiatan yang sangat ia sukai selama di pesantren adalah Diba’iyah dan Burdah, tradisi pembacaan syair pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ yang menjadi bagian penting dari budaya PPS. Melalui kegiatan ini, Dawam menemukan ketenangan dan semangat spiritual yang menjadi bekal dalam menapaki hidup.

Dengan tekad yang kuat, Dawam bercita-cita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi semua orang. Cita-cita ini lahir dari kesadaran akan pentingnya ilmu, perjuangan, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Kisah Dawam adalah potret nyata perjuangan seorang anak muda yang tidak menyerah pada keadaan. Semoga semangat dan ketekunan Dawam menjadi inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk terus berjuang dan bermimpi besar.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali