MASYARAKAT PESANTREN HARUS MELEK DUNIA MEDIS
Menjadi tenaga medis di klinik pesantren dengan 12 ribu santri lebih, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Butuh semangat dan dedikasi tinggi, agar dapat konsisten melakoni profesi ini karena panggilan tugas bisa datang sewaktu-waktu dan nyaris tanpa hari libur.
Profesi itulah yang sedang dijalani oleh Muhammad Hatta, yang merupakan kepala Klinik Sidogiri, Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) Pasuruan.
Dokter Hatta -begitu ia akrab disapa-, telah aktif mengabdi di PPS sebagai tenaga medis sejak tahun 2014. Pria kelahiran Pasuruan 25 Maret 1992 tersebut, dikenal sebagai sosok yang ramah dan disiplin menjalankan tugas. "Amanah menjadi tenaga kesehatan memang cukup berat, namun jika dijalani dengan ikhlas demi Masyayikh rasanya jadi terasa lebih ringan," terang Dokter Hatta.
Sebagai pimpinan di Klinik PPS, Dokter Hatta bertugas memastikan agar pelayanan klinik tempat ia bekerja selalu prima kapanpun dibutuhkan. Ia harus siap dihubungi dan menjalankan tugas, ketika suatu waktu dibutuhkan oleh santri yang perlu perawatan medis.
Tidak jarang ia harus berangkat bertugas, meski di luar jam kerja atau bahkan waktu sedang istirahat. "Idealnya seorang tenaga medis mampu mengenyampingkan segala problematika dalam dirinya demi mendahulukan kepentingan orang yang diasuh, atau pun pasien yang sedang dirawat,” ucap Dokter Hatta.
Dokter Hatta mengaku bahwa selama menjadi tenaga medis, ia tidak pernah merasa jenuh atau bosan. Baginya setiap hari adalah hari berbeda, yang harus dijalani dengan penuh semangat untuk menemukan hal baru demi berbuat sesuatu yang berguna untuk semua orang. "Ada suatu kepuasan tersendiri pada saat melihat pasien yang sakit, menjadi bisa tersenyum dan sehat kembali," tuturnya.
Saat ditanya harapan di masa mendatang, Dokter Hatta menjawab bahwa ia berharap secara pribadi dapat mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terhadap santri atau masyarakat demi terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. “Masyarakat pesantren tidak boleh kalah di bidang kesehatan. Pesantren harus melek dunia medis, dan alumni pesantren harus paham akan ilmu kesehatan modern,” pungkas Dokter Hatta.


