BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA SETELAH KEDUANYA MENINGGAL DUNIA

Agu 10, 2023 - 04:39
Agu 10, 2023 - 04:40
 0  226
BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA SETELAH KEDUANYA MENINGGAL DUNIA
BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA SETELAH KEDUANYA MENINGGAL DUNIA

 

بَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا بِهِ؟ قَالَ: &doublequote; نَعَمْ خِصَالٌ أَرْبَعَةٌ: الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا رَحِمَ لَكَ إِلَّا مِنْ قِبَلِهِمَا، فَهُوَ الَّذِي بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْ بِرِّهِمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا 

 

“Suatu ketika saya sedang duduk-duduk bersama Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar sowan. Ia bertanya kepada Rasulullah, ‘Ya Rasulallah, apakah saya masih bisa berbakti kepada kedua orang tua saya yang sudah meninggal?’ Rasulullah lalu menjawab, ‘Iya, ada empat hal, yaitu (1) mendoakan mereka, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji mereka dan memuliakan teman mereka, dan (4) menjalin silaturahim dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu kecuali melalui perantara ayah-ibumu. Itulah budi baik yang harus kamu lakukan setelah mereka meninggal’.” (Musnad Ahmad) 



An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii.

 

***

 

Menurut penjelasan Imam Habib Abdullah al-Haddad, sebagaimana diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua sewaktu hidupnya, begitu juga diwajibkan berbakti kepada keduanya setelah mereka meninggal dunia, dengan cara: mendoakan, memintakan ampun, bersedekah, membayarkan tagihan hutangnya, melestarikan wasiatnya, menyambung sanak familinya, berbuat baik terhadap sahabat-sahabatnya, dan melakukan kebaikan-kebaikan yang disukai sewaktu hidupnya.

 

1) Mendoakan Keduanya.

Abu Usaid Malik bin Rabi&singlequote;ah as-Saidi radhiyallahu &singlequote;anhu pernah berkisah, &doublequote;Suatu hari kami pernah bersama Rasulullah shallallahu &singlequote;alaihi wa sallam. Ketika itu datang seorang lelaki dari Bani Salimah. Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kami masih bisa berbakti kepada kedua orang tua yang telah meninggal?’ 

 

Nabi SAW menjawab, &doublequote;Benar, masih bisa. Yaitu: (1) Menyalatkan keduanya (menyalatkan jenazahnya atau mendoakannya), (2) Memohon ampunan untuk keduanya, (3) Memenuhi janji keduanya, (4) Menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan keduanya, dan (5) Memuliakan teman dekat keduanya.&doublequote; (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Abu Dawud).

 

Di antara doa yang diajarkan Allah Ta&singlequote;ala dalam Al-Qur&singlequote;an adalah:

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

&doublequote;Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi aku di kala kecil.&doublequote; (QS. Al-Isra: 24)

2) Menyambung Hubungan dengan Kerabat dan Teman Dekatnya.


Suatu hari, Ibnu Umar RA pernah berjumpa dengan seorang Arab badui dalam perjalanannya menuju Mekah. Kemudian Ibnu Umar mengucapkan salam, mengajaknya untuk naik ke atas keledainya, serta memberikannya sorban yang ia kenakan.



Saat melihat perbuatan Ibnu Umar yang dinilai berlebihan dalam bersedekah, Ibnu Dinar rahimahullah berujar, &doublequote;Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Sesungguhnya orang itu adalah orang badui, yang sebenarnya jika dia diberi sedikit saja maka ia sudah cukup senang.&doublequote; Ibnu Umar pun menjawab, &doublequote;Arab badui itu adalah kenalan baik ayahku (Umar bin Khattab).&doublequote;

3) Bersedekah dan Melunasi Utangnya.
Sayyidah Aisyah ra berkisah bahwa ada seorang lelaki mendatangi Nabi dan berkata, &doublequote;Ibuku meninggal mendadak, sementara beliau belum sempat berwasiat. Saya yakin, jika beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah atas nama beliau?&doublequote; Nabi pun menjawab, &doublequote;Iya.&doublequote; (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


4) Menunaikan Janji dan Nazarnya.
Jika semasa hidup mereka ada janji yang ingin dipenuhi, maka di antara bentuk berbakti kita adalah mewujudkannya. Begitu pula dengan menunaikan nazar yang mereka ucapkan. Ketika ibu Sa&singlequote;ad bin Ubadah wafat, beliau meminta fatwa kepada Rasulullah SAW, &doublequote;Sesungguhnya ibuku meninggal sedangkan dia memiliki nazar.&doublequote; Rasulullah pun bersabda, &doublequote;Tunaikanlah nazar tersebut untuknya.&doublequote; (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 

(Jeki | Peduli) 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow