SILATURAHMI SECARA ISLAMI - EDISI 199
Silaturahmi Secara Islami, Majalah PEDULI, Edisi Syaban - Ramadhan 1447 H. | Februari 2026 M.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat teragung berupa iman dan Islam, serta kesehatan, kesempatan, dan kemauan untuk menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalawat dan salam semoga abadi tercurahkan keharibaan Baginda Rasulullah ﷺ, Nabi Muhammad ﷺ, yang telah menunjukkan kita pada jalan kebenaran, dan membimbing kita pada jalan keselamatan dunia-akhirat.
Para donatur, pembaca, dan simpatisan sekalian yang budiman. Silaturahmi adalah pilar mulia dalam Islam yang mampu melapangkan rezeki dan memperpanjang umur bagi pelakunya. Momentum ini datang sebagai pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menyambung tali kasih yang terputus dan, yang tak kalah penting, memperkokoh ikatan persaudaraan antar sesama mukmin di tengah dinamika kehidupan.
Dalam tradisi keberagamaan kita, silaturahmi berfungsi sebagai perekat sosial yang sangat efektif untuk mencairkan kekakuan hubungan dan konflik. Hal itu bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan sebuah manifestasi ketakwaan yang nyata, di mana kita didorong untuk saling memaafkan dengan tulus. Menjaga hubungan baik adalah kunci harmoni yang menjaga stabilitas iman dan ketenteraman dalam masyarakat kita.
Namun, tradisi silaturahmi ini mencapai puncaknya melalui momen halal bihalal pasca hari raya Idul Fitri yang sangat bagus dan perlu terus dilestarikan. Karena Islam telah memiliki ajaran yang indah dan tradisi yang luhur ini, maka umat Islam sejatinya tidak perlu mengadopsi tradisi dari luar seperti Valentine's Day dan semacamnya. Kekuatan cinta sejati dalam Islam sudah terangkum dalam bingkai silaturahmi yang syar'i.
Para donatur, pembaca, dan simpatisan sekalian yang budiman. Tentu saja, penguatan budaya silaturahmi ini tidak hanya bisa dilakukan saat lebaran atau oleh tokoh agama saja. Setiap individu dan keluarga, bahkan seluruh elemen organisasi, sangat bagus jika ikut berpartisipasi dalam menghidupkan tradisi saling mengunjungi ini, agar dorongan untuk menjaga kerukunan antar umat manusia semakin bergairah.
Kita berharap semoga kita semua bisa mengambil peran dalam usaha menyempurnakan akhlak kita melalui kekuatan silaturahmi, dengan cara saling mendoakan, menghapus dendam di hati, dan memastikan hubungan persaudaraan kita tetap terjaga oleh uluran kasih. Semoga segala apa yang kita lakukan untuk mempererat ukhuwah ini diterima di sisi Allah ﷻ. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


