SEBUAH PERJUANGAN YANG TAK PERNAH PADAM DI TENGAH KETERBATASAN
Hidup di tengah keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Hal itu tercermin dari sosok Bapak Ahmad Abd Karim, warga Janti 01/01 Dhompo, Kraton, yang tak pernah lelah mencari nafkah halal meski jalannya tidak selalu mudah.
Di usia yang tak lagi muda, beliau tetap gigih menekuni berbagai pekerjaan demi mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap hari, Bapak Ahmad membuka jasa cukur rambut sederhana di rumah, sambil berdagang pertalite eceran dan menjual air mineral galon. Usaha kecil yang ia jalani ini memang tidak besar, namun cukup menjadi penyambung hidup. “Yang penting halal dan bisa untuk makan keluarga,” begitu prinsip yang terus beliau pegang.
Meski penuh semangat, keterbatasan modal sering membuat langkahnya terseok. Ia ingin menambah stok dagangan agar usaha bisa berkembang, namun dana tidak tersedia. Bahkan sempat terlintas niat untuk meminjam ke BMT, meski hatinya bimbang dengan risiko yang harus ditanggung. Hingga suatu hari, beliau mendengar kabar tentang program bantuan pengembangan usaha mikro dari LAZ Sidogiri.
Kesempatan itu pun ia sambut dengan penuh harap. Tak disangka, bantuan tersebut benar-benar menjadi titik balik dalam perjalanan usahanya. Kini, Bapak Ahmad dapat menambah stok barang dagangan dan mengembangkan layanan usaha kecilnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya:
“Alhamdulillah, sejak mendapat bantuan dari LAZ Sidogiri, penjualan saya mulai berkembang dengan baik. Saya sangat berterima kasih atas kepedulian ini.”
Senandung syukur itu seakan menjadi saksi bahwa bantuan kecil yang diberikan bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang. Bukan hanya soal tambahan modal, tetapi juga tentang harapan yang tumbuh kembali, semangat yang kian menyala, serta keyakinan bahwa ia tidak berjuang sendirian.


