MEMBANGUN ASA DI TENGAH KELESUAN EKONOMI - EDISI 197
Membangun Asa Di Tengah Kelesuan Ekonomi, Majalah PEDULI, Edisi Jumadil Akhir - Rajab 1447 H. | Desember 2025 M.
Segala puji hanya milik Allah ﷻ, Tuhan semesta alam, atas segala nikmat yang tak terhitung jumlahnya—terutama nikmat iman, Islam, dan nikmat ukhuwah (persaudaraan) yang memungkinkan kita untuk saling menguatkan dalam kondisi apapun. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, suri teladan terbaik dalam empati dan kepedulian sosial.
Para donatur dan pembaca sekalian yang budiman. Saat ini, kita tidak hanya dihadapkan pada tantangan yang bersifat individual, melainkan juga pada kelesuan ekonomi kolektif yang menyentuh hampir setiap lapisan masyarakat. Fluktuasi harga, sulitnya lapangan pekerjaan, dan ancaman ketidakpastian finansial menjadi "penjajah" baru yang diam-diam menggerogoti kesejahteraan umat. Dalam situasi ini, kita perlu menanamkan semangat gotong royong dan saling topang yang menjadi karakter sejati bangsa ini.
Hal ini penting untuk kita ketengahkan kembali, karena salah satu perangai buruk yang mengancam ketahanan sosial kita adalah individualisme yang merajalela, yang membuat mata hati kita terpejam dari penderitaan tetangga. Perkembangan dewasa ini, kita melihat semakin banyak orang yang fokus pada penumpukan harta pribadi, melupakan hak-hak kaum fakir miskin di dalamnya. Bagaimanapun, ini adalah virus yang harus kita perangi. Jangan biarkan materialisme ala Barat mematikan nilai-nilai Islam yang menekankan pada solidaritas dan keadilan ekonomi di negeri ini.
Tentunya kita semua menyadari bahwa menghadapi kelesuan ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kolektif umat. Salah satu bentuk keberpihakan yang konkret terhadap mereka yang terhimpit adalah melalui jaminan penguatan modal usaha kecil dan program pemberdayaan ekonomi.
Alhamdulillah, LAZ Sidogiri bisa turut hadir sebagai jembatan, dengan program-program riilnya—walaupun dengan kapasitas yang serba terbatas—untuk menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah guna mengangkat derajat ekonomi umat sedikit lebih tinggi.
Mari kita berjuang bersama melawan kelesuan ekonomi dengan menguatkan pilar-pilar kedermawanan, kepedulian sosial, dan bergotong royong dalam persatuan. Semoga kepedulian kita terhadap sesama dapat berbuah keberkahan dari Allah ﷻ, sehingga hidup kita menjadi lebih baik, lebih berkah, dan ekonomi umat menjadi lebih kokoh. Amin ya Rabbal alamin.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


