INGIN BERILMU DAN BERMANFAAT UNTUK UMAT
Santri kelahiran Bangkalan 1 November 2005 ini merupakan santri yang cerdas dan mudah memahami setiap mata pelajaran di kelasnya. Sejak kelas 3 SD, ia sudah yatim ditinggal wafat orang tua lelakinya, sehingga diasuh dan dirawat oleh ibunya seorang diri.
Sebagaimana kata pepatah, gantungkanlah cita-citamu setinggi bintantsurayya yang membangkitkan semangatnya untuk menggapai cita-citanya yang tinggi. Anak asuh yang berasal dari Pakong, Modung, Bangkalan ini mempunyai keinginan dan cita-cita mondok di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) demi untuk menggapai cita-cita besarnya; menjadi seorang yang berilmu dan bermanfaat untuk umat.
“Saya bercita-cita menjadi guru agama atau menjadi ulama yang sukses mengajar dan menyebarkan ilmunya ke banyak orang di manapun berada, sehingga betul-betul bermanfaat dan berkah untuk umat.” Ungkap cita-cita mulianya kepada PEDULI.
Bak gayung bersambut, cita-cita mulia itu menemukan jalanya. Ia kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di DAS (Darul Aitam Sidogiri) Surabaya. Padahal ketika itu, ia sudah kelas 6 SD yang tidak sempat diselasaikan menunggu lulus karena ingin segera mondok di Pesantren yatim milik PPS itu. Di sana ia diterima di kelas 2 ibtidaiyah MMU (Madrasah Miftahul Ulum) PPS. Bakatnya sebagai sang juara terbukti di setiap jenjang kelas Madrasah Ibtidaiyah yang berhasil diraihnya sebagai juarawan kelas, hingga berhasil lulus kelas 6 Ibitidaiyah sebagai juarawan.
Lulusan DAS tahun 1443 H ini lalu melanjutkan beasiswa pendidikannya ke Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) yang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada para donatur LAZ Sidogiri. Semoga saya tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar ini. Di sini saya bisa mempelajari ilmunya para ulama.” Ungkapnya di kantor LAZ Sidogiri.
(Jeki | Peduli)


