LAZ SIDOGIRI BANTUAN MODAL USAHA PENJUAL REMPEYEK DI PASURUAN

Apr 24, 2024 - 10:36
 0  70
LAZ SIDOGIRI BANTUAN MODAL USAHA PENJUAL REMPEYEK DI PASURUAN

Pasuruan,-  (18/02/2024) Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri menemui seorang Wanita paruh baya yang memiliki keterbatasan fisik di Dusun Kramat Desa Watestani, kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Ibu Halila (46) kini berjuang sendiri tanpa seorang suami untuk menafkahi kedua anaknya dengan berjualan rempeyek keliling di kampung tempat ia tinggal. Wanita yang akrab disapa Ibu Ila itu, mengalami cacat fisik sejak tiga tahun terakhir. Akibat penyakit diabetes yang diderita, menyebabkan tangan kanan Ibu Ila harus diamputasi.

 

Menjual rempeyek menjadi pekerjaan satu-satunya yang ia anggap paling mudah dengan keterbatasannya itu. Setiap hari ia harus menyiapkan sendiri rempeyek yang akan ia jajakan nanti, mulai dari mengolah adonan, menggoreng dan membungkus. “setiap hari pekerjaan saya, ya seperti ini, tapi juga kadang saya dibantu sama kakak saya.” Ucapnya kepada jurnalis LAZ Sidogiri. Setelah rempeyek dirasa cukup dan siap untuk dijajakan, Ibu Ila berkeliling membawanya menelusuri kampung dengan berjalan kaki. Sesekali ia juga menawarkan rempeyeknya ke warung dan took-toko makanan.

 

Dalam sehari, Ibu Ila biasa menjual rempeyek sebanyak 50 bungkus. Jika habis terjual, ia bisa membawa pulang uang sejumlah 25.000 rupiah. Namun, jika keberuntungan tidak memihak kepadanya, ia terkadang hanya bisa mendapatkan 10.000 rupiah saja. Ia tidak menunggu rempeyeknya habis terjual. Saat adzan dhuhur berkumandang, ia harus kembali ke rumah untuk menyiapkan makanan anaknya yang pulang dari sekolah.

 

Saat ditemui LAZ Sidogiri, Ibu Ila sangat berterima kasih dengan bantuan modal usaha yang telah diberikan untuknya. Ia berharap bantuan modal ini dapat membantu meningkatkan usaha yang ia miiki. Ia juga berharap bisa membuka warung bakso di depan rumahnya, agar ia tidak harus lagi berkeliling kampung untuk berjualan. &doublequote;Bantuan Modal usaha ini untuk meningkatkan produktifitas usaha masyarakat kecil supaya terus bertahan hidup mandiri tanpa bergantungan pada orang lain.  Terlebih Ibu Khalilah yang saat ini mengalami keterbatasan fisik. Saat ini LAZ Sidogiri meberikan bantuan modal usaha kepada Ibu Khalilah membuka usaha toko di rumahmya.&doublequote; Jelas A. Jamali, S.E.I, selaku Staf Pendistribusian & Pendayagunaan LAZ Sidogiri.

 

Masih banyak orang yang memilih berjuang demi kelangsungan hidupnya dengan tanpa meminta-minta, walapun masih penuh dengan kekurangan. Olehkarenanya mari lengkapi kekurangan mereka dengan turut mendonasikan sebagian harta yang kita punya melalui: https://lazsidogiri.org/donasi

 

(Inoel | Peduli) 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

M Zainul Arifin Ia lahir di Pasuruan, pada Kamis, 23 Desember 1999. Dunia tulis menulis ia tekuni sejak duduk di bangku Ibtidaiyah, dan mulai aktif mengikuti kejurnalistikan sejak ia kelas 1 Tsanawiyah. Kini ia masih melanjutkan study-nya di Universitas Nahdhatul Ulama Pasuruan, di Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Pendidikan Desain Komunikasi Visual. Hobi mencoba hal baru dan apapun yang berkaitan dengan dunia visual. Cita-cita duduk di bangku pemerintahan, sekaligus jurnalis media televisi internasional.