KISAH ABU QILABAH YANG SELALU SABAR DAN BERSYUKUR

Apr 24, 2024 - 10:36
 0  64
KISAH ABU QILABAH YANG SELALU SABAR DAN BERSYUKUR

 

Kisah ini diriwayatkan dari Abdullah bin Muhammad, ia mengatakan, &doublequote;Suatu hari, aku pernah berada di daerah perbatasan wilayah Arish di negeri Mesir. Aku melihat kemah kecil yang pemiliknya sangat miskin. Aku pun mendatanginya. Kemudian aku melihat kondisi laki-laki ini sedang berbaring dengan tangan dan kakinya buntung, telinganya sulit mendengar, matanya buta, dan tidak ada yang tersisa selain lisannya yang berbicara, “Ya Allah berilah aku ilham untuk tetap menyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan Engkau sangat muliakan aku dari ciptaan-Mu yang lain.”

 

Kemudian aku pun berkata kepada orang itu, “Wahai saudaraku, nikmat Allah mana yang engkau syukuri?” Laki-laki itu menjawab, “Tidakkah engkau melihat Dia telah menganugerahkan aku lisan yang senantiasa berzikir dan bersyukur. Di samping itu, aku juga memiliki anak yang waktu shalat ia selalu menuntunku untuk ke masjid, dan ia pula yang menyuapiku. Namun sejak tiga hari ini dia tidak pulang kemari. Bisakah engkau carikan dia?”

 

Aku pun menyanggupinya. Lalu aku mendapati jenazah anaknya yang sedang dikelilingi oleh singa. Aku pun kembali dan berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sudahkah engkau mendengar kisah tentang Nabi Ayub?”

 

Laki-laki itu menjawab, “Iya, aku tahu kisahnya.”

 

Kemudian aku bertanya lagi, “Sesungguhnya Allah telah memberinya cobaan dalam urusan hartanya. Bagaimana keadaannya dalam menghadapi musibah itu?”

 

Ia menjawab, “Ia menghadapinya dengan sabar.” Aku kembali bertanya, “Ia pun diuji dengan tewasnya semua anak-anaknya, bagaimana keadaannya?” Ia menjawab, “Ia tetap bersabar.”

 

Sekarang katakan padaku di mana anakku?” Aku berkata, “Sesungguhnya putramu telah aku temukan dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkanmu”

 

Kemudian Laki-laki itu mengatakan, “Alhamdulillah, yang Dia tidak meninggalkan keturunan bagiku yang bermaksiat kepada Allah sehingga ia diazab di neraka.” Kemudian ia menarik napas panjang lalu meninggal dunia. 

 

Aku pun membaringkannya dan berpikir apa yang harus aku perbuat. Aku sendirian dan bagaimana aku mengurus jenazah ini. Kemudian aku tutupi dengan jubahku dan beberapa saat kemudian lewat empat orang laki-laki mengendarai kuda. Kemudian aku menceritakan kepada mereka dan aku meminta bantuan kepada mereka untuk mengurus jenazah laki-laki ini. Tiba-tiba mereka tersentak, lalu mencium dan menangisinya, dan berkata, “Subhanallah, wajah yang senantiasa bersujud kepada Allah. Mata yang selalu menunduk atas apa yang diharamkan Allah. Tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur”.

 

Aku pun bertanya, “Kalian kenal dengan laki-laki ini?” Kemudian mereka berkata, “Ini adalah Abu Qilabah, sahabat dari Ibnu Abbas. Laki-laki ini pernah dimintai oleh khalifah untuk menjadi seorang hakim. Namun ia menolak jabatan tersebut.”

 

Kemudian Abdullah bin Muhammad bersama empat laki-laki tadi pun memandikan, mengkafani, dan menyalatkannya, sebelum akhirnya memakamkan beliau. Dikatakan dalam kisah lain bahwa Abu Qilabah ini adalah sahabat Rasulullah terakhir pada masa itu.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow