HAK-HAK PERSAHABATAN YANG HARUS DIPENUHI

Mei 11, 2024 - 17:07
Mei 25, 2024 - 13:24
 0  17
HAK-HAK PERSAHABATAN YANG HARUS DIPENUHI

HAK-HAK PERSAHABATAN YANG HARUS DIPENUHI 

ثُمَّ اِذا اِنْعَقَدَتْ الصُّحْبَة وتمَّت المَودَّة بَيْنَك وبين صَاحِبك فَقَد تَوَجَّهَت عليك له حُقُوق لا بُدّ لك مِن القِيام بها. واِلَّا كانَت الصُّحْبَة صُورَة بلا حقيقة لا نَفْعَ فيها ولا طائِل لها.

Apabila sudah terjalin persahabatan dan sudah sempurna rasa cinta diantara kalian dan sahabat kalian, maka harus penuhi hak-hak persahabatan itu. Karena apabila tidak dipenuhi hak-haknya, maka persahabatan itu hanyalah persahabatan yang hampa, bukan hakikat persahabatan—yang tidak ada manfaat dan tidak perlu dilanjutkan. 

***

Dengan terjalinnya persahabatan, dan telah terjalin rasa cinta dan kasih sayang diantara sahabat tersebut, maka hendaknya dipenuhi hak-hak persahabatan diantara mereka. Hak-hak persahabatan tersebut banyak sekali, diantaranya; Hendaknya seorang sahabat mencintai sahabatnya dalam hal kebaikan, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Dan membenci pada sahabatnya dalam hal keburukan sebagaimana ia membenci hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Memposisikan sahabatnya sebagaimana dirinya dalam pemenuhan urusan-urusannya. Berusaha memenuhi segala kebutuhannya. Ikut bahagia manakala sahabatnya berbahagia, dan ikut sedih manakala sahabatnya dalam kesedihan. Berusaha membuat sahabatnya bahagia dengan berbagai upaya. Senantiasa menjaga sahabatnya dalam setiap situasi dan kondisi, sewaktu hidup dan setelah kematiannya. Juga memenuhi hak-hak dan kebutuhan keluarga dan anak-anak sahabatnya setelah kematian sahabatnya. Dan kebaikan-kebaian lainnya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para ulama salaf.

Bahkan di antara hak terhadap sahabat adalah dianjurkan mendahulukan sahabatnya dalam memenuhi segala keperluannya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala , “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan” (QS. Al-Hasyr: 9).

Para Sahabat Anshar yang terlebih dahulu menempati kota Madinah, mereka mendahulukan saudara mereka dari kaum Muhajirin dalam segala keperluan, padahal mereka sendiri membutuhkannya.

Bukan hanya dalam urusan harta benda, hingga dikisahkan seorang sahabat Anshar yang memiliki dua istri, ingin menceraikan salah satu istrinya untuk dinikahkan kepada sahabatnya dari kaum muhajirin.

Begitulah ketulusan para sahabat dalam memenuhi kebutuhan sahabatnya. 

Sumber: Pengajian Kitab An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow