CARA WANITA TARIM MENDIDIK ANAK MEREKA

Des 25, 2023 - 13:53
Des 25, 2023 - 13:53
 0  63
CARA WANITA TARIM MENDIDIK ANAK MEREKA
CARA WANITA TARIM MENDIDIK ANAK MEREKA

 

Sebelumnya kita sedikit mengutip keutamaan kota Tarim yang merupakan wilayah provinsi Hadhramaut, Yaman ini. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Shahih Bukhari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

 

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوبًا الْإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ 

“Telah tiba dihadapan kalian orang-orang Yaman. Mereka itu adalah orang-orang yang berhati sangat lembut. Keimanan itu ada pada orang Yaman. Fiqh itu ada pada orang Yaman. Dan hikmah itu pun ada pada orang Yaman.”

 

Kemudian pada masa Khalifah Abu Bakar ra, saat gerakan murtad dan enggan menunaikan zakat muncul di Hadhramaut, kecuali penduduk Tarim yang tetap taat beriman serta membantu pasukan Sang Khalifah, beliau sangat gembira seraya mendoakan tiga keistimewaan untuk kota ini, yaitu Pertama, agar Allah tumbuhkan di kota itu para wali dan orang-orang saleh. Kedua, agar airnya senantiasa berlimpah. Ketiga: agar kota Tarim senantiasa makmur hingga hari kiamat. (an-Nur as-Safir ‘an Akhbaril-Qarni al-‘Asyir, Dar Shadir, Bairut, Libanon) 

 

Dengan berkah doa Rasulullah dan Sayidina Abu Bakar ini, sehingga kota Tarim menjadi surganya ilmu dan akhlak mulia. Hal yang menarik adalah pendidikan para wanita Tarim. Wanita-wanita yang tumbuh dengan akhlak mulia dan pendidik yang bijak bagi anak-anak mereka. 

 

Habib Umar bin Hafidz menuturkan, “Wanita-wanita Tarim  selalu mendidik anak-anak mereka dengan dzikir dan shalawat sejak kecil. Ketika menggendong anak, mereka berdzikir dan bershalawat. Ketika menyusui mereka berdzikir dan bershalawat. Ketika memasak pun juga begitu. Jadi tidak heran jika putra-putra mereka menjadi para wali dan ulama. 

 

“Aku masih ingat, para wanita Tarim yang bertanya hukum dan meminta fatwa kepada ayahku, mereka selalu membuat kasar suara mereka layaknya seorang lelaki. Mereka tidak melembutkan suara mereka untuk menghindari fitnah dan karena rasa malu mereka teramat tinggi. Bandingkan dengan wanita sekarang yang tidak kenal malu dan malah bermanja-manja menelpon lelaki yang bukan mahramnya?”. 

 

Dikutip dari Laman Akun Dunia Parenting,  Menauladani Para Ibunda Kota Tarim Dalam Mendidik Anak, oleh: Ustazah Yanti Tanjung, diantara ulasannya; 

 

  1. Wanita Tarim sebelum menikah terjaga, menjauhi kemaksiatan baik ketika mereka berada di rumah maupun jika terpaksa harus keluar rumah. Interaksi mereka dengan lawan jenis nyaris tidak ada hingga mereka menikah di usia belasan tahun.
  2. Lelaki yang melamar mereka tanpa ta’aruf dan ridha saja terhadap pilihan orang tua dan hanya bertemu saat mereka setelah menikah. 
  3. Sangat besar ketaatannya pada suami dan tidak pernah menyulitkan suaminya dalam nafkah dan selalu hidup sederhana meneladani kesederhanaan Sayidah Fatimah Azzahra. 
  4. Senantiasa membahagiakan suami dan selalu menyambut suami dengan penuh kehangatan dan wangi seisi rumah agar senantiasa tercipta keharmonisan. Relasi seperti inilah yang memudahkan bagi keduanya dalam mengasuh dan mendidik anak. 
  5. Mendidik anak sejak fase kehamilan. Kurikulum pertama dan utama adalah al-Quran dan Hadist. Lisan mereka terbiasa melafalkan al-Quran, hadist Rasulullah, dan bershalawat, sehingga rata-rata anak-anak mereka sudah hafal al-Quran sejak kecil.
  6. Menanamkan anak-anak mereka rasa cinta mendalam kepada Rasulullah,  keluarganya dan manauladani seluruh hidup mereka kepada Ibunda Fatimah Azzahra dalam berkeluarga dan mendidik anak.
  7. Memastikan setiap makanan yang masuk pada anak adalah makanan yang halal. 
  8. Setiap ibu memiliki visi besar untuk menjadikan anak-anaknya sebagai ulama dan para waliyullah.
  9. Para Ibunda Tarim rajin menuntut ilmu, hadir majelis ilmu dan bersungguh-sungguh mencatat dan mengamalkannya. 

Sungguh tidak cukup lembaran menuliskan kisah kemuliaan mereka dan semua itu memang didukung oleh tradisi lingkungan yang Islami dan tidak luntur hingga hari ini.  

 

Semoga keluarga kita bisa meneladani..!

 

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow